|KUMPULAN BLOG MFR
|RANGKAIAN MFR
|MISI MFR
|KOLEKSI TULISAN TOKOH
Orang tak faham kenapa ada banyak siri komentar hal saifulislam dalam blog saya?

Tajuk panjang, jawapan mudah.

Saya di'ban'.

Saya disuruh komen di blog sendiri.

Saya buat seperti yang disuruh.

Orang tak faham kenapa kadang kala setiap kali Abu Saif keluar entri maka saya akan keluar entri perihal entri Abu Saif pula?

Saya di'ban'.

Maka saya komen di blog sendiri.

Itulah komentar saya ke atas entri beliau, ditambah dengan idea-idea yang saya rasa perlu diangkatkan.

Itu lebih baik daripada pentaksub, yang hanya menyalin semula entri saifulislam. Setiap kali ada entri baru, blog dia juga terbit semula entri yang sama. Apa guna.

Malah saya mendapati ada seorang pengomen tetap saifulislam.com memenuhkan blognya dengan komentar dirinya di saifulislam. Orang itu sudahlah tak diban, komentarnya dipublish, tapi beliau masih juga menyalin komentarnya di blognya sendiri. Jadi apa hairan jika saya yang komentar tak dipublish menulis semula komentar di blog sendiri. Malah itu juga yang diharapkan oleh Abu Saif yang memban saya, supaya saya tak penuhkan komentar saya di webnya, tapi buat sendiri di blog sendiri. Hal ini tak aneh pun.

Orang tak faham kenapa selalunya , entri saya atas saifulislam adalah kritikan.

Maka orang itu tidak faham cara saya bekerja di blog ini. Saya berpendapat pujian merosakkan.

Apa salah? Bukankah media pembangkang yang 'suara mereka di ban' di media kerajaan juga mengkritik kerajaan penuh dalam medianya?

Orang tak faham, saya ini tak ada kerja lainkah asyik mengkritik saja?

Orang itu tak tahu saya buat apa. Saya tak perlu bagitau semua perkara, tapi kebanyakan aktiviti boleh rujuk pada aktiviti Gofuku Musolla. Itu tempat saya hidup dan beramal.

Ah, semua orang tahu saya ada banyak blog. Mereka tahu saya bukan kerja mengkritik saja.

Orang yang tak tahu sejarah, mereka akan hairan.

Bagaimana nak tahu sejarah, sejarah sudah dipadamkan.

Apa-apa pun saya dah release kan semula beberapa entri lama. Anda nampak kelibat Abu Saif di situ?

Saya mula komentar pemikiran Abu Saif dan pemikiran para pentaksub, penyokong dan fan club beliau selepas saya di 'ban' di web beliau.

Apa mereka tak fahamkah?

Tapi saya teruja dengan kerajinan Abu Saif mendelete segala komentar saya, samada di ruang komentar mahupun shoutbox beliau.

Untuk makluman tambahan, Abu Saif tersenarai antara tokoh yang saya mohon untuk mewawancara bagi Misi Jelajah Tokoh 2009, namun saya tak dapat balasan. Faisal Tehrani dan Sheikh Fuad Kamaluddin al maliki membalas permohonan saya, namun semuanya tak dapat bekerjasama mungkin disebabkan saya meletak syarat tempoh keberadaan saya di Malaysia.

Apa-apa pun, saya bukan orang yang suka sangat berkomentar di alam maya, saya lebih suka untuk bertemu muka dan berdiskusi depan mata.

Boleh tonton Misi Jelajah Tokoh 2008 saya, klik lah projek sosial mfr di bawah banner blog ini.

Orang yang pandai membaca antara baris "read between the lines" akan tahu Abu Saif bukan sasaran kritikan saya, tapi puak dan kaum yang satu itu. Tapi kelakar, mereka ke hulu ke hilir mengadu domba pada Abu Saif, padahal patutnya hidung mereka yang penyek terkena atas batang hidung sendiri. Banyaklah perangkap senang terjerat.

Bukankah mereka selalu berkata,"kita adalah apa yang kita fikirkan".

Kalau orang lain punya tulisan, sindiran, emosi, mereka minta read between the lines, dan kita dituduh prejudis, sangka buruk, dan entah apa lagi. Tapi tulisan kita, mereka tak guna hukum sama. Dunia memang begitu.

Sindiran kasar Abu Saif dipanggil hikmah. Celaan saya ke atas suatu yang dicela agama dipanggil perbuatan tercela. Padahal apa yang saya lakukan adalah mencela perbuatan dan kaum yang dicela oleh agama sendiri. Mungkin saya ada tersilap tulis, itu sebab jangan buang masa nak puji-puji, bagi teguran, banyak teguran perlu diberi untuk kita perbaiki diri.

Lagi satu, ada orang tak faham maksud celaka. Celaka itu malang. Kecelakaan itu kemalangan. Kalau saya ucap celaka kau merujuk entri Filem Lakonan Islami, ertinya malang kau. Jangan baca itu saja, apa sebab malang mesti diterangkan sebelum ayat itu. "Celakalah siapa yang buat drama dan filem buat nak biar orang suka dan sanggup biar Allah murka."

Bukti bahawa orang yang buat Allah murka akan celaka, nah ambik ni:

Adapun orang-orang yang celaka (disebabkan keingkaran dan maksiatnya), maka di dalam Nerakalah tempatnya. Bagi mereka di situ, hanyalah suara memekik-mekik dan mendayu-dayu (seperti suara keldai) (Hud : 106)

Allah jua yang memiliki segala yang ada di langit serta yang ada di bumi dan kecelakaan besar bagi orang-orang yang kufur ingkar (terhadap Al-Quran) dari azab yang amat berat (yang akan menimpa mereka kelak). (ibrahim: 2)

Nabi Musa berkata kepada mereka: Celakalah kamu kelak! Janganlah kamu mendakwa secara dusta terhadap Allah, kerana dengan sebab itu Dia akan membinasakan kamu dengan azab seksa dan sesungguhnya orang yang berdusta, tetap hampa dan kecewa.(Ta Ha:61)

Mereka menjawab: Wahai Tuhan kami, kami telah dikalahkan oleh sebab-sebab kecelakaan kami dan dengan itu menjadilah kami kaum yang sesat. (al mukminun: 106)

Dan tiadalah Kami menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya sebagai ciptaan yang tidak mengandungi hikmah dan keadilan; yang demikian adalah sangkaan orang-orang yang kafir! Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang kafir itu dari azab Neraka. (Saad: 27)

Jika demikian, adakah orang yang telah dilapangkan Allah dadanya untuk menerima Islam, lalu dia tetap berada dalam cahaya (hidayat petunjuk) dari Tuhannya, (sama seperti orang yang tertutup mata hatinya dengan selaput kederhakaan)? Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang keras membatu hatinya daripada menerima peringatan yang diberi oleh Allah. Mereka yang demikian keadaannya, adalah dalam kesesatan yang nyata.(az zumar: 22)

Katakanlah (wahai Muhammad): Sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu; diwahyukan kepadaku bahawa Tuhan kamu hanyalah Tuhan yang Satu; maka hendaklah kamu tetap teguh di atas jalan yang betul lurus (yang membawa kepada mencapai keredaanNya), serta pohonlah kepadaNya mengampuni (dosa-dosa kamu yang telah lalu) dan (ingatlah), kecelakaan besar bagi orang-orang yang mempersekutukanNya (dengan sesuatu yang lain), (Fussilat: 6)

Kemudian, golongan-golongan (dari kaumnya) itu berselisihan sesama sendiri. Maka kecelakaan dan kebinasaanlah bagi orang-orang yang zalim itu, dari (paluan) azab seksa yang tidak terperi sakitnya, pada hari pembalasan.(az zukhruf:65)

Kecelakaanlah bagi tiap-tiap pendusta yang berdosa; (al jaathiyaah: 7)

Dan (sebaliknya) orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan (Allah) mensia-siakan amal-amal mereka. (Muhammad: 8)

(Apabila berlaku yang demikian), maka kecelakaan dan kebinasaanlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan kebenaran; (at tuur:11)

Kecelakaan besar, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan (apa yang dijanjikan oleh Rasulnya)! (al mursalat: 15)

Kecelakaan besar, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan (apa yang Kami janjikan)! (al mursalat:19)

Kecelakaan besar, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan (kekuasaan Kami)! (al mursalat: 24)

Kecelakaan besar, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan (nikmat-nikmat pemberian Kami)! (al mursalat: 28)

Kecelakaan besar, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan (keadaan yang demikian). (al mursalat:34)

Kecelakaan besar, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan (hari akhirat)! (al mursalat: 37)

Kecelakaan besar, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan (apa yang telah dijanjikan oleh Allah)! (al mursalat: 40)

Kecelakaan besar, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan (nikmat-nikmat Syurga)! (al mursalat:45)

Kecelakaan besar, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan (amaran Allah), - (al mursalat: 47)

Kecelakaan besar, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan (perintah-perintah Allah dan laranganNya)! (al mursalat:49)

Kecelakaan besar bagi orang-orang yang curang (dalam timbangan dan sukatan), (al mutafifin:1)

Kecelakaan besar, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan - (al mutafifin:10)

Kecelakaan besar bagi tiap-tiap pencaci, pengeji, (al humazah: 1)

(Kalau orang yang demikian dikira dari bilangan orang-orang yang mendustakan agama), maka kecelakaan besar bagi orang-orang Ahli Sembahyang; (laitu) mereka yang berkeadaan lalai daripada menyempurnakan sembahyangnya; (Juga bagi) orang-orang yang berkeadaan riak (bangga diri dalam ibadat dan bawaannya), Dan orang-orang yang tidak memberi sedikit pertolongan (kepada orang yang berhak mendapatnya).(al ma'un:4-7)


Sekarang, sanggup buat Allah murka? Siapa yang rasa kalau masukkan adegan haram dalam lakonan, Allah suka? Siapa? Bagitahu saya.Maka tak celaka lagi kau jika kau buat Allah murka. Ini amaran yang Allah suruh sampaikan. Memanglah bergegar jantung makngah baca celaka ke atas pembuat mungkar. Sebab itu orang beriman bergegar hati mereka mendengar nama Allah. bukan boleh main-main biarkan kemungkaran.

9 komentar:

sharudin said...

Orang yang pandai membaca antara baris "read between the lines" akan tahu Abu Saif bukan sasaran kritikan saya, tapi puak dan kaum yang satu itu. Tapi kelakar, mereka ke hulu ke hilir mengadu domba pada Abu Saif, padahal patutnya hidung mereka yang penyek terkena atas batang hidung sendiri. Banyaklah perangkap senang terjerat.

Saya setuju yang ini. Baru nak mula baca Bolg Sdr. Selama ini terlalu SIOism.

uhud said...

Semoga Allah meneguhkan hati saudara dalam mentaatiNya.

Komentar ini untuk keseluruhan blog ini. Saya sudah baca keseluruhan arkib 2009 saudara. Bagus. Saya suka cara saudara berfikir. Tahniah kepada saudara MFR.

Benarlah, pujian boleh merosakkan hati. Saya juga aneh, kenapa blog yang sangat mengesankan itu hanya dipenuhi dengan pujian dan pujian. Semoga Allah melindungi beliau.

Anonymous said...

Alhamdulillah..
masih ada pejuang2 islam yg membawa idea yg berbeza tetapi matlamat yg sma.skurang2nya umat islam x tertumpu pd satu idea shj.insya Allah,dgn adanya pndangan yg berbeza ini,minda kita akan lebih terbuka dan lebih bijak membezakan antara yg batil dan yg haq..indahnya islam, bijaksananya Allah...

Twinner said...

Teruskan mengkritik tapi ubah lah approach anda. Gunakan bahasa yang lebih baik. Hormati orang yang lebih tua. Jangan tembak orang.

ajim said...

salam..
aku xleh kate tidak suke pada blog anda.. aku suke, cuma bahasa anda mungkin perlukan lebih kepada seni.. seperti yang anda kata seni itu sebagai apa.. seni itu halus n bla.. bla.. bla.. bukan semuanya perlu KERAS semata..

Qarinah Muizzah said...

sebenarnya dah banyak orang yang guna bahasa baik baik. Tapi ramai jugak yang tak paham paham. Bahasa direct yang macam ni baru orang mula berfikir.

Anonymous said...

salam, mehnah dan tribulasi :)
http://www.youtube.com/watch?v=nwR10dSdXYI

habuk said...

"Orang tak faham kenapa ada banyak siri komentar hal saifulislam dalam blog saya?"

sebenarnya begini...

"Orang tak faham kenapa ada banyak siri komentar hal saifulislam SAHAJA dalam blog saya?"

kenapa tak ada komentar saudara tentang blog lain selain saifulislam? kenapa seolah-olah saifulislam sahaja mangsa sasaran saudara?

sekadar mengingatkan.

"tidak akan ke syurga hamba-Nya yang ada walau sebesar biji sawi rasa riak dalam hatinya"

salam ziarah dari habuk@iluvislam

mfrstudio said...

kebanyakan blog lain tak ban saya, maka komentar-komentar saya di blog lain tak disalin semula.

walaubagaimanapun, bukan blog saifulislam SEMATA-MATA ada komentar di sini, saya juga dulu pernah komentar beberapa kali blog keretamayat, saya komentar forum al ahkam, juga saya komentar artikel-artikel dr maza dan lain-lain.

memang ada satu tempoh komentar saya akan saifulislam berturut-turut. Itu tak menghairankan. ada pengikut saifulislam memenuhkan blognya dengan komentarnya di saifulislam, kenapa anda tak hairan?

yang kelakarnya, baru-baru ini saya komentar blog siswi wellinton disangkanya saya komentar blog saifulislam. itu saya sebut, jerat itu tetap jerat. pengadu domba dan orang yang berpenyakit memang tak reti menganalisis. kasihan sungguh. buat malu saja.

anda pun memalukan diri anda juga wahai habuk. jangan delete ya komen anda itu.